Stuban Persiapan SP2D on line


Mulai bulan Januari 2017 BPPKAD Kab. Cilacap bekerja sama  dengan Bank Jateng Cabang Cilacap telah menerapkan SP2D Online . Hal ini dimaksudkan peningkatan percepatan layanan terhadap proses pencairan SP2D Online di Kabupaten Cilacap.

Sehubungan itu dalam rangka persiapan Kab. Banjarnegara akan menerapkan SP2D Online, maka pada hari Selasa, Tgl. 14 Maret 2017 melaksanakan Stuban ke BPPKAD Kab. Cilacap bersama BPD Kancab Banjarnegara untuk melihat dan belajar bersama.

Peserta

  1. Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara beserta 3 orang staf BO.
  2. Sekretaris BPPKAD Kab. Banjarnegara.
  3. Kabid Perbendaharaan dan Kas Daerah.
  4. Kasi Perbendaharaan.
  5. Kasi Gaji dan Kas Daerah.
  6. Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.
  7. Kasubag Umum dan Kepegawaian.
  8. Verifikator SPP SPM (9 orang).
  1. Latar belakang penerapan SP2D Online:
  1. Salah satu action plan pencegahan tindak pidana korupsi dan reformasi birokrasi.
  2. Pihak bank dan pemerintah daerah menggunakan sistem yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
  3. Proses input data SP2D dilakukan oleh Pemda namun pihak Bank kemudian melakukan input data kembali menggunakan sistem dari pihak Bank, sehingga kurang efisien untuk pencairan dana.

Tujuan penerapan SP2D Online:

  1. Untuk mengurangi pertemuan secara langsung atau tatap muka antara verifikator SPP SPM dengan bendahara pengeluaran atau pihak ketiga/rekanan.
  2. Untuk menyajikan informasi detail atas pencairan dana berdasarkan data
  3. SP2D yang diterbitkan Bendahara Umum Daerah.
  4. Untuk mempercepat proses permindahbukuan rekening dari RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) kepada penerima SP2D (Belanja tidak langsung dan belanja langsung).
  5. Untuk melakukan monitoring aktifitas terhadap rekening kas daerah berupa mutasi atau pemindahbukuan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belanja tidak langsung dan belanja langsung ke rekening bendahara pengeluaran SKPD maupun pihak ketiga.
  6. Mengurangi terjadinya human error pada proses pelaporan SP2D.

 

     Tahapan penerapan SP2D Online:

  1. Pembahasan bersama antara BPPKAD, Bank Jateng dan Penyedia Jasa SP2D Online System.
  2. Ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPKAD dan Bank Jateng.
  3. Ujicoba Pelaksanaan Penerapan SP2D Online System.

 

  1. Alur SP2D Online:

 

    Kendala-kendala penerapan SP2D Online:

  1. Harus menyertakan Nomor HP dan NPWP Penerima, jika tidak disertakan tidak bisa tidak bisa dikirim sms pemberitahuan (notifikasi) pencairan.
  2. Memerlukan koneksi internet yang stabil.
  3. Jika penulisan NPWP Bendahara berubah-ubah, (contohnya 00.052.458 menjadi 00052458) maka Nomor HP yang sudah pernah di input tidak muncul.
  4. Apabila posisi daftar penguji sudah dibuat, ternyata ada penghapusan daftar penguji, maka database yang muncul di SP2D Online System adalah daftar penguji pertama sebelum penghapusan.
  5. Nama pengirim sms pemberitahuan (notifikasi) pencairan masih menggunakan Nomor HP belum menjadi “BPPKAD” dikarenakan registrasi ke provider memerlukan waktu yang agak lama.

 

 

 

 

  1. Contoh SMS Notifikasi Transfer:

IMG-20170314-WA0005.jpg

 

Walaupun sudah menggunakan SP2D Online System, BUD tetap mencetak SP2D dan mengirim ke Bank Jateng setiap hari. Oleh Bank Jateng, SP2D fisik digunakan sebagai data pembanding dengan data yang dikirim ke Bank Jateng lewat SP2D Online System


"0" Komentar




Berikan Komentar Anda